Mengenal Lebih Jauh Diri Anda dengan Metode DISC

Zaman sekarang sudah umum ketika kita melamar pekerjaan, kita berjumpa dengan berbagai tes untuk mengetahui skill dan kepribadian kita. Namun sebenarnya apa sih maksud pelaksanaan tes kepribadian itu? Tes kepribadian dilaksanakan memberikan gambaran mengenai karakteristik kepribadian seseorang. Tes kepribadian bermacam-macam dan masing-masing menunjukan aspek yang berbeda-beda. Salah satu yang paling umum dikenal adalah DISC Personality Test.

Apa Itu DISC?

DISC Personality Test dikembangkan oleh Psikolog Amerika—William Moulton Marston, yang mulanya bertujuan untuk melihat dan mengukur perilaku kerja seseorang. Marston mengklasifikasikan kepribadian dalam empat tipe yaitu Dominant (dominan), Influence (mempengaruhi), Steady (stabil), dan Compliance (patuh). DISC sendiri merupakan singkatan dari Dominance (D), Influence (I), Steady (S), dan Compliance (C).

Bentuk DISC Personality Test cukup familiar karena merupakan salah satu tes kepribadian yang rutin dipakai dalam berbagai asesmen untuk rekrutmen karyawan dan studi lanjut. Biasanya tiap orang akan diberi label dari 2 aspek yang skornya paling tinggi, yang mana akan membantu asesor dalam memahami kekuatan, kelemahan, motivasi, dan pola kerja seseorang dalam berbagai situasi dan kondisi. Pada setiap pertanyaan, subyek akan diminta memilih hal – hal yang paling sesuai dan paling tidak sesuai dengan dirinya.

Manfaat Mengetahui Tipe DISC

Hasil dari DISC Personality Test ini dapat diaplikasikan dalam banyak bidang, mulai dari studi, pekerjaan, hingga kecocokan dengan pasangan, lho! Dengan mengetahui aspek dominan kepribadian kita, maka kita dapat lebih memahami bagaimana kecenderungan kita dalam bersikap dan berpikir terhadap berbagai hal dan dalam berbagai situasi. Kita akan lebih bisa mengatur respon diri kita ketika dibutuhkan, memilih lingkungan kerja yang cocok, merumuskan solusi yang paling cocok ketika menghadapi permasalahan pribadi, dan sebagainya.

Memahami DISC Personality test juga akan membantu kita dalam berinteraksi dengan orang lain di sekitar kita. Tentunya ketika kita mengetahui aspek dominan seseorang, kita dapat menyiasati pola yang paling cocok ketika berinteraksi dengan mereka, membantu preferensi hobi, studi, karir, dll.

Banyak orang yang kurang memahami kepribadian mereka sendiri, sehingga ketika menghadapi tantangan dalam studi dan karir cenderung terhambat. Mereka mencoba meniru cara dan tips sukses dari orang lain namun tidak kunjung berhasil, padahal belum tentu cara dan tips sukses tersebut cocok dengan kepribadian mereka. Dengan memahami tipe DISC, kita bisa memilih tips dan siasat yang cocok dengan kepribadian kita, tanpa membuang waktu untuk trial and error, sehingga percepatan karir dan studi bisa lebih mudah diraih. (Red/estymarina)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top